sudah sejalan, sudah sepikiran, bukan menentang, hanya berusaha untuk menutupi kekurangan. apa itu kurang jelas bagimu? ugh. sepertinya aku terlalu rendah untukmu.. menyedihkan ketika kita harus berdebat dan beremosi untuk sesuatu hal yang tidak penting hanya karena asumsi dan ketidakrelaanmu untuk mencoba mengerti bahasaku. aku hanya meminta agar kau mencoba, bukan memaksa, semoga dirimu bisa melihat perbedaan itu.
apakah itu merupakan sebuah permintaan yang besar? sepertinya tidak. :) Tapi sepertinya aku memang benar-benar tidak bisa meminta apalagi memaksa kehendak atau egoku kepadamu, bagaimanapun aku harus menerimanya. semua kembali kepadaku.
tak sengaja melihat sesuatu yang seharusnya dia tidak lakukan. dan itu adalah haknya untuk menciptakan cerita buruk tentangku, tapi bagiku itu yang membuatnya bersalah besar kepadaku, tapi egonya menutup hal itu dan kembali menyalahkanku. semua orang melihat hal yang sama tentang dia, tapi dia tidak menyadarinya, dan aku benci akan hal itu.
"I'm aware what tremendeous feats human being are capable of once they abandon dignity."-Col. Landa
Thursday, October 29, 2009
Monday, October 12, 2009
bukan kepada dunia, mungkin hanya kepadaku.
aku dan logikaku melihat seseorang dengan ego yang besar. bukan kepada dunia, mungkin hanya kepadaku.
aku banyak bersalah dalam kehidupan, tapi aku selalu belajar dan berusaha lebih baik, dan aku ingin siapapun yang berurusan denganku seperti itu. apa aku salah? tidak, itu hanya saran dan kritik dariku untuknya, apakah akan dijalani atau tidak, itu hak dia, setidaknya aku sudah berusaha. Mungkin akan berbeda jika orang lain yang mengatakannya, pasti. Bukan dari mulutku yang menurut egonya tidak berarti apa-apa karena baginya aku tidak lebih dewasa darinya. Jika merasa lebih hebat, mengapa masih berdiri di tempat yang sama denganku? sebuah pertanyaan yang akan sangat menyinggung egonya tetapi dia harus menemukan jawabannya agak bisa melangkah lebih baik lagi.
semakin melihat bahwa orang-orang yang bisa bertahan dengannya adalah orang dengan kesabaran tingkat tinggi atau orang-orang yang bisa berbohong dan menyimpan rahasia terhadapnya. karena egonya tidak bisa menerima kejujuran apa adanya. hatinya apalagi. tolong buktikan jika aku salah.
aku banyak bersalah dalam kehidupan, tapi aku selalu belajar dan berusaha lebih baik, dan aku ingin siapapun yang berurusan denganku seperti itu. apa aku salah? tidak, itu hanya saran dan kritik dariku untuknya, apakah akan dijalani atau tidak, itu hak dia, setidaknya aku sudah berusaha. Mungkin akan berbeda jika orang lain yang mengatakannya, pasti. Bukan dari mulutku yang menurut egonya tidak berarti apa-apa karena baginya aku tidak lebih dewasa darinya. Jika merasa lebih hebat, mengapa masih berdiri di tempat yang sama denganku? sebuah pertanyaan yang akan sangat menyinggung egonya tetapi dia harus menemukan jawabannya agak bisa melangkah lebih baik lagi.
semakin melihat bahwa orang-orang yang bisa bertahan dengannya adalah orang dengan kesabaran tingkat tinggi atau orang-orang yang bisa berbohong dan menyimpan rahasia terhadapnya. karena egonya tidak bisa menerima kejujuran apa adanya. hatinya apalagi. tolong buktikan jika aku salah.
Monday, September 21, 2009
i cant blame you, sometimes i just hate myself too
Tuesday, September 15, 2009
would you give me one?
payah. ini pertempuran pertamaku, aku sudah kalah dan semakin menjadi pecundang. bukan terhadap lawanku tetapi lebih kepada diriku. semua karena emosi yang tidak perlu. harus bisa belajar melepas dan menerima segalanya sepenuh hati. aku ini pecundang. adakah sahabat yang bisa membantuku kembali berdiri dan membenarkan kesalahanku?

i do really need a hug right now. a huge, long and a warm one.

i do really need a hug right now. a huge, long and a warm one.
Wednesday, August 19, 2009
i have a friend now, she's a girl but she's not my girlfriend. just a friend.
hati:
"HEY! apa yang kau lakukan kawan? kurang ajar dan keterlaluan sekali kau kepadanya! kepadaku juga!"
otak:
"sudahlah kawan! bukankah kau sudah bisa menerima keputusannya, kau yang mencobainya seperti itu, dan kalau kau tidak berani menghadapi kenyataan, seharusnya jangan pernah kau lakukan itu kawan. Tapi semua hasil dari tindakan dan reaksinya sudah menunjukkan kepada kita besar cintanya kepadamu. hanya memerlukan dua minggu untuk meninggalkan semua usaha dan perjuanganmu selama ini kawan!"
hati:
"tapi sekarang baginya kita ini seperti anjing pengecut, banci tepatnya! aku sedih sekali kawan.. aku tidak ingin dia beranggapan seperti itu.."
otak:
"ya aku memang keterlaluan, kelewat batas bahkan. maafkan aku kawan sudah bertindak seenaknya, tapi tak usah kau pedulikan lagi pendapatnya kawan, itu adalah hak dia untuk berpendapat.. mau jadi anjing, pengecut, brengsek, bangsat, bajingan atau apapun yang ada di pikirannya itu urusan dia, kita berdua tahu yang sebenarnya dan seharusnya bukan itu yang dia ingat tapi yang harus dia renungkan adalah pesan terakhirku kepadanya, itu yang harus dia ingat. dia sudah memilih, kita harus menghargainya, hanya saja kau masih tetap peduli kepadanya meskipun sudah sangat jelas tidak sebaliknya, dan seharusnya tindakanku ini bisa menyampaikan apa yang ingin kau sampaikan bukan? melepasnya ke arah yang lebih baik. percayalah padaku, ini adalah cara yang paling tepat untuk memberkan impact kepadanya. Tindakan jauh lebih banyak berbicara daripada kata-kata, kawan!"
hati:
"... melepasnya ya.."
otak:
"ya, melepasnya, relakan saja kawan, kita sudah tidak berhak atas dirinya, dan kau tidak akan bisa selalu menjaganya kawan, tidak bisa seperti itu. yang jelas dia harus mendapatkan yang lebih baik dari kita. dalam persahabatan apalagi teman hidupnya nanti. harus lebih baik."
hati:
"dan meninggalkan aku seperti ini?"
otak:
"hahaha. mengutip perkataannya, life must go on. camkan hal itu kawan, mungkin tidak mudah juga baginya, tapi dia sudah memutuskan seperti itu kan? menyerah dan memilih untuk tidak berusaha, apalagi yang kau harapkan?"
hati:
"..."
otak:
"sudahlah kawan, biarkan dia mencari yang terbaik baginya, dan mungkin memang bukan kita, ataupun sebaliknya, dia bukan yang terbaik. we could do a lot more better than her i guess. we've got plenty of time mate, dont you ever worry."
hati:
"yang terbaik ya?..."
otak:
"ya! dan sudah kusampaikan pesanmu padanya kawan, dengan cara yang tidak biasa pula! hahaha kalau dia salah tanggap atau tidak mengerti, aku sudah tidak bisa menolongnya kawan, dan aku minta agar kau tidak peduli akan hal itu lagi. she's just a friend now"
siapa yang tahu mungkin memang benar kedua tokoh ini bajingan, pengecut, atau anjing yang selalu menggonggong tanpa maksud. :)
she choose to be a friend knowing that a friend to me like a stranger who's just passing by.
"HEY! apa yang kau lakukan kawan? kurang ajar dan keterlaluan sekali kau kepadanya! kepadaku juga!"
otak:
"sudahlah kawan! bukankah kau sudah bisa menerima keputusannya, kau yang mencobainya seperti itu, dan kalau kau tidak berani menghadapi kenyataan, seharusnya jangan pernah kau lakukan itu kawan. Tapi semua hasil dari tindakan dan reaksinya sudah menunjukkan kepada kita besar cintanya kepadamu. hanya memerlukan dua minggu untuk meninggalkan semua usaha dan perjuanganmu selama ini kawan!"
hati:
"tapi sekarang baginya kita ini seperti anjing pengecut, banci tepatnya! aku sedih sekali kawan.. aku tidak ingin dia beranggapan seperti itu.."
otak:
"ya aku memang keterlaluan, kelewat batas bahkan. maafkan aku kawan sudah bertindak seenaknya, tapi tak usah kau pedulikan lagi pendapatnya kawan, itu adalah hak dia untuk berpendapat.. mau jadi anjing, pengecut, brengsek, bangsat, bajingan atau apapun yang ada di pikirannya itu urusan dia, kita berdua tahu yang sebenarnya dan seharusnya bukan itu yang dia ingat tapi yang harus dia renungkan adalah pesan terakhirku kepadanya, itu yang harus dia ingat. dia sudah memilih, kita harus menghargainya, hanya saja kau masih tetap peduli kepadanya meskipun sudah sangat jelas tidak sebaliknya, dan seharusnya tindakanku ini bisa menyampaikan apa yang ingin kau sampaikan bukan? melepasnya ke arah yang lebih baik. percayalah padaku, ini adalah cara yang paling tepat untuk memberkan impact kepadanya. Tindakan jauh lebih banyak berbicara daripada kata-kata, kawan!"
hati:
"... melepasnya ya.."
otak:
"ya, melepasnya, relakan saja kawan, kita sudah tidak berhak atas dirinya, dan kau tidak akan bisa selalu menjaganya kawan, tidak bisa seperti itu. yang jelas dia harus mendapatkan yang lebih baik dari kita. dalam persahabatan apalagi teman hidupnya nanti. harus lebih baik."
hati:
"dan meninggalkan aku seperti ini?"
otak:
"hahaha. mengutip perkataannya, life must go on. camkan hal itu kawan, mungkin tidak mudah juga baginya, tapi dia sudah memutuskan seperti itu kan? menyerah dan memilih untuk tidak berusaha, apalagi yang kau harapkan?"
hati:
"..."
otak:
"sudahlah kawan, biarkan dia mencari yang terbaik baginya, dan mungkin memang bukan kita, ataupun sebaliknya, dia bukan yang terbaik. we could do a lot more better than her i guess. we've got plenty of time mate, dont you ever worry."
hati:
"yang terbaik ya?..."
otak:
"ya! dan sudah kusampaikan pesanmu padanya kawan, dengan cara yang tidak biasa pula! hahaha kalau dia salah tanggap atau tidak mengerti, aku sudah tidak bisa menolongnya kawan, dan aku minta agar kau tidak peduli akan hal itu lagi. she's just a friend now"
siapa yang tahu mungkin memang benar kedua tokoh ini bajingan, pengecut, atau anjing yang selalu menggonggong tanpa maksud. :)
she choose to be a friend knowing that a friend to me like a stranger who's just passing by.
Thursday, August 13, 2009
death, the last gift from life.
kehilangan seorang teman, sahabat dan penentang sejati yang telah mengajarkan banyak hal, seseorang yang membuang namanya sehingga membuatku menjadi kriminal, telah mengajakku untuk lebih menikmati hidup, dan penikmat bir hangat sejati (what's up with that, i still dont get it). padahal belum begitu lama kita berbincang hai kawan.
death, the last gift from life.
gonna miss you for sure, thanks.
see you on the other side mate.
"Felix, i know you since we're little and i know that you're a good guy, a real one, orang yang percaya bahwa adanya hubungan pertama untuk terakhir, tapi memang ada kenyataan yang kau harus hadapi bahwa mungkin kau memang bukan salah satu dari kasus-kasus indah itu. hahaha. sudahlah, jangan terikat oleh batasan-batasan tidak jelas yang dibuat oleh dia apalagi ibunya, karena kau pun pernah menanyakan pada yang lain bahwa sebenarnya tidak akan ada masalah jika kau berdua menjadi pasangan, bukan begitu? dan memang yang mempersalahkan itu sepertinya hanya dia dan ibunya. menyedihkan memang, cinta itu memang di satu sisi harus tulus sepenuhnya tapi juga harus penuh pertimbangan. relationship is not that simple. Jika memang cinta, kabarkanlah pada dunia bukan disimpan dan dirahasiakan apalagi disangkal. kebohongan hanya akan menimbulkan kebohongan lainnya dan kejujuran adalah fondasi paling bagus dalam suatu hubungan. hahaha. berhentilah mencintainya sampai dia bisa mencintaimu seperti kau mencintainya kawan! i know it's hard but it doesn't mean you cant do it right? seriously, i hate to see you like that my friend. But again, i dont know the whole story and probably there's something that you're not telling me, but hey, you know there's a big chance that i'm right as usual, dont you? and knowing you, i bet you're still gonna give her a chance, wouldnt you? hahaha, i know it, but whatever it's gonna be, it's totally your call, just remember that relationship work two ways, both person should fight together not at each other, nor even alone. take care my friend. cobalah ingat untuk tidak menganggap besar adanya suatu masalah, karena jika dari awal kau tidak menganggapnya, masalah itu tidak akan pernah ada.dan ingatlah selalu akan Tuhan, meski dunia ini sudah terkotak-kotak oleh hal seperti agama, janganlah sampai tidak berTuhan.hahaha."
death, the last gift from life.
gonna miss you for sure, thanks.
see you on the other side mate.
Sunday, August 9, 2009
say what you need to say.
maafkan atas segalanya, tapi aku tak pernah menyesal mengatakannya.
karena itu menunjukkan seberapa besar keinginanmu untuk berjuang.
terima kasih atas segalanya, dan aku bersyukur atas semuanya.
sadarlah hai teman agar ini semua tidak kembali terus terulang.
karena itu menunjukkan seberapa besar keinginanmu untuk berjuang.
terima kasih atas segalanya, dan aku bersyukur atas semuanya.
sadarlah hai teman agar ini semua tidak kembali terus terulang.
John Mayer - Say
Take all of your wasted honor
Every little past frustration
Take all of your so-called problems,
Better put 'em in quotations
Say what you need to say
Walking like a one man army
Fighting with the shadows in your head
Living out the same old moment
Knowing you'd be better off instead,
If you could only . . .
Say what you need to say
Have no fear for giving in
Have no fear for giving over
You'd better know that in the end
Its better to say too much
than never say what you need to say again
Even if your hands are shaking
And your faith is broken
Even as the eyes are closing
Do it with a heart wide open
Say what you need to say
Subscribe to:
Posts (Atom)
